Bali is Bali

Penulis : Gde Aryantha Soethama

Tahun : 2003

Halaman : 233 + x

 

Lima puluh tahun lagi, akankah kita mendapatkan Bali seperti yang kita nikmati setengah abad silam? Adakah saat itu sanjungan buat Bali masih menampakkan sosoknya? Apa harus dilakukan kalau Bali masih ingin menuai pujian itu?

Perubahan yang terjadi di Bali unik, tidak semata melibatkan perubahan sosial budaya, juga menyangkut pergolakan ekonomi, politik, kriminalitas, narkoba, gelinjang seks. Sejak gelegar bom di Kuta, 12/10/2002, bertambah lagi satu kekuatan dahsyat mengubah Bali: terorisme global.

Buku ini menyodorkan ajakan, Bali mesti berikhtiar menjadi Bali, jangan jadi yang lain, harus selalu berusaha menampilkan “Bali is Bali”. Jangan takluk terhadap apa pun yang hendak menggilas dan melumat Bali. Ini selaras dengan keinginan yang mekar di tahun 1970-an: bukan Bali untuk turis, tapi turis untuk Bali. Atau yang sering didengungkan setelah bom meledak di Kuta: Bali itu melakoni pariwisata budaya, bukan budaya pariwisata.

Persoalannya, apakah orang-orang Bali sudi terus menerus mengupayakan “Bali is Bali”? Apa harus dilakukan untuk mewujudkan keinginan itu, agar Bali tetap Bali?

Leave a Reply